Rabu, 21 Desember 2011

Ayah-Ibu-Sekolah


Bismillahirahmanirrahiim
AYAH

 Di sekolah terbayang ayah  telah lama susah
Ayunkan cangkul di sawah nan merekah
Bersimbah  keringat  tak mendesah
Mananam gabah menyusuri  sawah
Demi diri ku ……….. oh… ayah
Demi rupiah……….. tuk …kuliah
Ayah… ber …susah …payah

Ayah, masih ku ingat petatah
Sepanjang jalan kasih ayah
Tidak ku lupa  meski sedang kuliah
Semoga ayah di sayang Allah

Ayah  semoga setiap langkah ayah ibadah
Setiap ayun cangkulmu berkah
Setiap tetes keringat  jihad yang sah
Setiap doamu di ijabah

Ya Tuhanku, Ya Allah rabbul izzati
Siang malam memerhati
Maha Mendengar dan Maha Menyayangi
Tengadah tanganku  pada-Mu ilahi
Sayangi ayahku selalu
Masukkan ia kesorga-Mu
Perkenanlah doa hamba-Mu, anak dari hamba-Mu,
 Ayahku, Kakekku, Moyangku, Buyutku yang berserah pada-Mu.
Amiin


IBU


Meskipun setinggi bukit emas dan perak
Meskipun berlimpah rupiah dan ringit
Pengorbananmu  tidak  kan terbayar
Untuk  aku anakmu, cintamu  ku rasa

Kecil-kecil aku memegang  tanganmu
Berjalan melangkah tanpa ragu
Ada ibu di samping ku
Slalu mengadu padamu
Engkau pahlawanku

Pernah ku dengar ibu berdoa
Tuhan jadikanlah anakku anak yang saleh
Ahli ilmu dan ahli kebaikan
Terbangkit jualah hendaknya batang terandam
Amiin.. amiin  ya rabbi

Tak sanggup  aku eja satu-satu kebaikanmu
Tuhanku buatkanlah ibu rumah yang indah di sorga-Mu
Rabbi kumpulkan kami dengan ayah ibu dalam rahmat-Mu
Ya Allah betapa agungnya  dan mulianya Engkau
Memberi ayah dan ibu
Rahmat-MU  
Oh Tuhanku
 ********


Sekolah  Malu

Tergesa-gesa pagi-pagi berangkat
Lari-lari terhalang  orang-orang
Macet-macet  mobil-mobil berderet-deret
Berdesak-desak bersabar-sabar di jalanan 

Ngumpat  hatiku,  banyak mobil jadi macet  aduh
Tuan-tuan jalan-jalan diperlebar atuh
Kisruh rumah-rumah mendesak lebuh
Aduh  masalah trafik   pikiranku  penuh

Sampai  jua di sekolah, alhamdulillah
Di tepi bukit di tengah sawah
Panorama indah obat  hati nan gundah
Melangkah  tergesa tak salah  
Di depan sekolah  ter engah-engah

Gang sekolah memotret  banyak orang
Deskripsi ekpresi civitas baru datang
Bagai kembang berwarna warni terang
Tak luput dari pandang

Dari seberang
Guru muda melangkah riang
Lapang  tanpa beban membayang
Menikmati  jati guru  alam terkembang
Bersenandung  berdendang,  senang?
Berbelok di ujung gang

Lalu susul menyusul
Siswa  berwajah  tunduk  terburu-buru
Mengetuk pintu ragu-ragu
Malu-malu permisi  ucap assalamualaikum
Bu guru pasti tahu aku malu,  tak menggerutu
Pura-pura lugu tak tahu

Bikin PR yang tidak ke buru
Duduk belakang pilihan jitu
Sambil  contek PR  minggu lalu
Malu  aku berlalu  diri ditipu

Ku tatap padu
Tertulis  samping pintu
Aku malu terlambat, aku malu mencotek, aku malu  tidak tepat waktu, aku malu tidak hormat pada guru, aku malu  menipu, aku malu mendustai ibu, aku malu pake sandal dan oblong, aku malu tidak berprestasi, aku malu……………ya malu …bukan malu-malu.

Pak  guru, bu guru tolong lah tolong aku
Aku murid mu malu ku gini  engkau tak tahu
Sudah sejak Sd dulu
Banyak senasib aku
Tapi malu

Pak guru……………………. Oh guru ku
Bu guru ……………………. Oh guru ku
Malu ……………………… oh  malu ku
Tolong…………………….oh tolong aku

Ini  hari sabtu tidak ada yang tahu
Salahkah aku mengadu
Pengobat  duka di kalbu
Ku tunggu nasehatmu

Kalau tidak betapa malu sama ayah dan ibu
Oh Tuhanku
Tunjuki aku

(jurbasindo,  09-11-2011)



 

Tidak ada komentar: