Senin, 27 Agustus 2012

Pengantar Linguistik Umum


SILABUS MATA KULIAH
A. INFORMASI UMUM
            1. Nama  Mata Kuliah              : Pengantar Linguistik Umum
            2. Kode Mata Kuliah                : IND 001
            3. Bobot                                   : 4 sks
            4. Penanggung Jawab               : Dr. Abdurahman, M.Pd.
                                                               Dra. Ellya Ratna, M.Pd.
            5. Prasyarat                              :-

B. DESKRIPSI MATA KULIAH
      Perkuliahan ini diisi dengan pembahasan mengenai hakikat linguistik, objek kajian linguistik,  manfaat mempelajari linguistik; hakikat,  karakteritik, fungsi bahasa; subsistem kajian bahasa. dan berbagai aliran dalam linguistik.

C. TUJUAN MATA KULIAH
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1.   memahami hakikat linguistik, objek kajian linguistik, dan manfaat mempelajari linguistik;       
2.   memahami berbagai  pembidangan linguistik yang ditinjau dari berbagai sudut pandang;
3.   memahami hakikat, batasan, karakteristik, dan fungsi bahasa;
4.   memahami berbagai subsistem kajian bahasa;
5.   memahami berbagai aliran dan teori linguistik beserta para tokohnya.

D. BENTUK PERKULIAHAN
Secara umum, perkuliahan ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi (kelompok dan kelas). Hanya pertemuan pertama saja yang dilakukan secara klasikal. Pada saat pertemuan pertama dosen memberikan penjelasan tentang pokok bahasan pertama. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil bacaannya sesuai dengan tugas yang diberikan.

E. EVALUASI
            Nilai  akhir yang diperoleh mahasiswa adalah gabungan dari:
            1. kehadiran                              : 10 %
      2. partisipasi                              : 10 %
            3. tugas terstruktur                     : 30 %
            4. ujian tengah semester            : 20 %
            5. ujian akhir semester               : 30 %

F. REFERENSI
Badulu, Abdul Muis dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Kencono, Djoko. 1991. Dasar-dasar Linguistik Umum. Jakarta: FSUI.
Maksan, Marjusman. 1994. Ilmu Bahasa. Padang: IKIP Press.
Oka, IGN. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.
Parera, JD. 1987. Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga.
Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.
Mar’at, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama
Alwasilah, A. Chaedar. 1990. Linguistik: Suatu Pengantar. Bandung: Angkasa
Pateda, Mansoer. 1990. Linguistik (Sebuah pengantar). Bandung: Angkasa.
Ramlan.1983. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono
Ramlan. 1996. Ilmu Bahasa Indonesia. Sintaksis. Yogyakarta: Karyono.
Samsuri. 1988. Berbagai Aliran Linguistik Abad XX. Jakarta: PPLPTK Depdikbud.
Verhaar, JWM. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Robin, R.H. 1992. Linguistik Umum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.
Rusyana, dan Samsuri (eds). 1983. Pedoman Penyusunan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depdiknas.


G. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN
Mg
Ke-
Pokok bahasan
Referensi
1.
Linguistik dan Objek Kajiannya
Alwasilah: 1990.  
Chaer: 2003, Pateda: 1990
Parera: 1987
2.
Hakikat Bahasa
Chaer: 2003
Kencono: 1991, Maksan: 1994
Oka: 1994
3.
Fungsi bahasa
Oka: 1994
Alwasilah: 1990
4.
Pembidangan Linguistik (Makro dan Mikro Linguistik)
Chaer, 2006
Kencono, 1991
5.
Tataran Fonologi
Alwasilah: 1990
Chaer: 2003, Maksan: 1994
Pateda: 1990, Robin: 1992.
6.
Tataran Morfologi
Alwasilah:1990
Ba’dulu: 2005, Chaer: 2003
Pateda: 1990, Ramlan:1983
7.
Tataran Sintaksis
Alwasilah: 1990
Ba’dulu: 2005, Chaer: 2003
Pateda: 1990, Ramlan 1996
8.
Tataran Semantik
Alwasilah: 1990
Chaer: 2003, Pateda: 1990
9.
Ujian Tengah Semester
10.
Tataran Pragmatik
Maksan: 1994, Wijana,1996
11.
Tataran Wacana
Chaer: 2003
12.
Kajian Interdisipliner (Sosiolinguistik ,semiotik, dan Psikolinguistik
Robin: 1992
13.
Aliran Tradisional, tokoh dan ajarannya
Chaer, 2003, Maksan, 1994
Rusyana, dan Samsuri (eds). 1983
14.
Aliran Struktural, tokoh dan ajarannya
Chaer, 2006, Maksan, 1994
Rusyana, dan Samsuri (eds). 1983
15.
Aliran Transformasional, tokoh dan ajarannya
Chaer, 2003, Maksan, 1994
Rusyana, dan Samsuri (eds). 1983
16.
Aliran Fungsional, tokoh dan ajarannya
Chaer, 2003
17.
Ujian Akhir Semester
Semua materi

H. TUGAS-TUGAS
            Tugas-tugas ada yang secara individu dan ada pula yang berkelompok    (akan disusulkan sewaktu tatap muka pertama)

I. ATURAN KELAS
1.    Kehadiran minimal 80 % (13 kali pertemuan). Jika kehadiran kurang dari 13 kali pertemuan tidak dibenarkan mengikuti ujian akhir semester.
2.    Tugas harus diserahkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Tugas yang terlambat diserahkan akan mengurangi nilai
3.    Dosen dan mahasiswa bertekad untuk tidak terlambat.
4.    Jika mahasiswa terpaksa tidak hadir harus memberitahukan dengan mengirim surat.
5.    Partisipasi dalam bentuk keaktifan dalam mengikuti diskusi (bertanya, menjawab, memberikan komentar) sangat diharapkan karena dinilai sesuai dengan bobot yang sudah ditentukan. 























  
SILABUS MATA KULIAH


A.  INFORMASI UMUM
1.   Nama Mata Kuliah                   :     Pengajaran Keterampilan Membaca
2.   Kode Mata Kuliah                    :     IND108
3.   Bobot SKS                               :     3 SKS
4.   Penanggung Jawab MK           :     Dr. H. Abdurahman, M.Pd.
5.   Prasyarat                                  :     -

B.  DESKRIPSI MATA KULIAH
      Perkuliahan berisi pembahasan tentang berbagai teknik pembelajaran membaca dan merancang pengembangan materi dan metode pembelajaran keterampilan membaca di sekolah.

C.  TUJUAN
       Diharapkan mahasiswa memahami definisi, proses, tujuan, dan jenis membaca; membuat ringkasan, reproduksi bacaan; membandingkan beberapa metode/teknik membaca; terampil membaca paragraf, bab, buku; mencari/menemukan ide pokok; terampil membaca pemahaman, membaca kritis, membaca membaca cepat; memahami berbagai prosedur membaca, membedakan cara membaca karangan fiksi dengan nonfiksi; membedakan bentuk bacaan, deskripsi, argumentasi dan eksposisi; mampu membaca artikel ilmiah, membaca grafik, tabel, peta, membaca karya sastra; dan mampu mengajarkan bermacam-macam teknik membaca.

D.  BENTUK PERKULIAHAN
     Perkuliahan dilakukan dengan presentasi, diskusi, penugasan, dan praktikum. Pada pertemuan pertama, dosen menyampaikan pengantar perkuliahan dan menugasi mahasiswa untuk meringkas referensi utama dan referensi penunjang. Dosen mempresentasikan konsep-konsep pokok materi perkuliahan pada awal perkuliahan. Setelah mahasiswa memahami konsep-konsep pokok materi perkuliahan, mereka memperdalam pemahamannya tentang konsep-konsep materi perkuliahan dengan mempresentasikan konsep-konsep sesuai dengan topik-topik perkuliahan yang tercantum di dalam silabus. Setelah siswa memahami berbagai konsep tentang materi perkulihan, mahasiswa melakukan observasi ke lapangan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran meembaca yang berlasung di SMP ataupun di SMA. Hal-hal yang diobservasi berkaitan dengan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran membaca, silabus pembelajaran membaca, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan guru, media dan sumber belajar, serta evaluasi yang digunakan. Hasil observasi dibandingkan dan dianalisis dengan berpedoman kepada teori dan teknik pembelajaran membaca. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran membaca di sekolah dilaporkan dalam bentuk makalah dan dipresentasikan secara berkelompok sebelum ujian midsemester.  

E. EVALUASI
    1.   Partisipari aktif                         20%
    2.   Tugas-tugas                              30%
    3.   Ujian Tengah Semester             20%
    4.   Ujian Akhir Semester                30%

F.   REFERENSI
a.   Wajib
Abdullah, Aliah. 1980. Pengajaran Membaca Aktif. Jakarta: P3G, Depdikbud
Gie, The Liang. 1982. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Gani, Rizanur dan M. Atar. 1976. Membaca Efektif sebagai Kriteria Keberhasilan Studi. Padang: FPBS IKIP Padang.
Harjasujana, A.S. 1988. Materi Pokok Membaca. Jakarta: Penerbit Karunika, Univ. Terbuka.
Kasim, Yuslina. 1993. Beberapa Teknik Pengajaran Membaca Pemahaman. Padang: FPBS IKIP Padang.
Miller, W.M. dan De Orozco, S.S. 1990. Reading Faster and Understanding More. New York: Harper Collins Publisher.
Nurhadi. 1987. Membaca Capat dan Efektif. Malang: Penerbit CV. Sinar Baru.
Tampubolon, D.P. 1987. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Penerbit Angkasa.
Tarigan, H.G. 1984. Membaca Ekspresif. Bandung: Penerbit Angkasa.
Tarigan, H.G. 1986. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.
Soedarso. 1988. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.
Young, Morris and Chesley Young. 1965. How to Read Faster and Remember More. New York: Grosset & Punlap.

b.   Anjuran
Hafni. 1981. Pemilihan dan Pengembangan Bahan Pengajaran Membaca. Jakarta: P3G, Depdikbud.
Keraf, Gorys. 1980. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 1983. Argumentasi dan Narasi. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Oke, I Gusti Ngurah. 1983. Pengantar Membaca dan Pengajarannya. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.
Sikumbang, A.R. 1979. Paragraf dan Komposisi. Padang: FKSS IKIP Padang.
Samosir, Solo. 1981. Beberapa Teknik Pengajaran Membaca. Jakarta: P3G, Depdikbud.
Weiss, Donald H. 1990. Meningkatkan Kemampuan Membaca. Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara.

G.  GBPP

Minggu Ke
Pokok Bahasan
Referensi
I
Hakikat Membaca:
Pengertian, tujuan, faktor yang mempengaruhi membaca, jenis-jenis membaca,
Abdullah (1989), Gani (1976), Tarigan (1986), Harjasujana (1988), Hafni (1980), Nurhadi (1987)
II
Proses dan langkah membaca efektif. Pelatihan membaca efektif
Abdullah (1989), Gani (1976), Tarigan (1986), Harjasujana (1988), Hafni (1980), Nurhadi (1987)
III
Membaca media massa dan pelatihan
Gie (1982), Keraf (1980), Tarigan (1986), Soedarso (1988), Harjasujana (1988) Tampubolon (1987).
IV
 Membaca buku; cara membaca buku, metode membaca buku, meringkaskan buku-buku, cara menandai buku, metode buku asing.
Gie (1982), Keraf (1980), Tarigan (1986), Soedarso (1988), Harjasujana (1988) Tampubolon (1987).
V
Membaca pemahaman, teknik membaca ide, paragraf, bab, buku,
Hafni (1981), Keraf (1980), Razak (1979) Soedarso (1988), Harjasujana (1988) Tampubolon (1987), Kasim (1993).
VI
Teknik group-close, memilih diksi yang tepat.
Hafni (1981), Keraf (1980), Razak (1979) Soedarso (1988), Harjasujana (1988) Tampubolon (1987), Kasim (1993).
VII
Membaca cepat, manfaat, metode teknis, pengembangan membaca cepat, penghambat membaca cepat, memperbaiki daya baca, peningkatan kecepatan membaca.
Harjasujana (1988), Nurhadi (1987), Nurhadi (1989), Soedarso (1988), Weiss (1998).
VIII
Membaca Kreatif
Harjasujana (1988), Nurhadi (1987), Nurhadi (1989), Soedarso (1988), Weiss (1998).
IX
Ujian Tengah Semester
Bahan I-VIII
X
Membaca sastra: standar kesastraan, resensi kritis fiksi dan nonfiksi, membaca novel.
Tarigan (1986), Harjasujana (1988).
XI
Sda.
Sda.
XII
Bentuk bacaan; narasi, deskripsi, argumentasi dan eksposisi.
Keraf (1981), Keraf (1983).
XIII
Membaca Grafik, Tabel, Peta, dan Membaca Tugas Rumah.
Tampubolon (1986), Tarigan (1986), Soedarso (1988).
XIV
Membaca di Perpustakaan, Pendekatan terhadap berbagai bahan bacaan.
Tampubolon (1986), Tarigan (1986), Soedarso (1988).s.d.a.
XV
Merancang pembelajaran membaca
Soedarso (1988), Harjasujana (1988).
XVI
Evaluasi Pembelajaram membaca
Harjasujana (1988).
XVII
Ujian Akhir Semester
Semua bahan.

H.  TUGAS-TUGAS
1.   Penerapan metode SQ3R: membuat sejumlah pertanyaan dan jawaban dalam bentuk ringkasan.
2.   Membuat latihan melengkapi paragraf sebanyak 5 butir.
3.   Mencari bahan latihan yang cocok untuk membaca kritis.
4.   Mencari bahan latihan yang cocok untuk membaca teknis.
5.   Mencari dua buah wacana fiksi dan non-fiksi yang sama atau hampir sama topiknya.
6.   Mencari empat wacana yang masing-masing berbentuk narasi, deskripsi, argumentasi, dan eksposisi.
7.   Membuat sebuah satuan pelajaran membaca yang kemudian disajikan di depan kelas.

I. ATURAN KELAS
          Perkuliahan ini dilakukan berdasarkan aturan berikut ini.
1.      Mahasiswa minimal masuk 80% (13 kali pertemuan) dari 16 kali pertemuan tatap muka yang dilaksanakan oleh dosen. Mahasiswa yang tidak mencapai 80% dari pertemuan tatap muka yang diselenggarakan dosen, mereka tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester.
2.      Mahasiswa harus mengumpulkan tugas tepat pada jadwal yang sudah ditentukan. Tugas yang dikumpulkan tidak tepat waktu tidak diterima kecuali ada alasan yang meyakinkan.
3.      Mahasiswa yang tidak menyerahkan tugas secara lengkap dinyatakan BL.
4.      Keterlambatan penyerahan tugas dikaitkan dengan pemberian nilai akhir mata kuliah.
5.      Mahasiswa dilarang menjiplak karya orang lain. Mahasiswa yang terbukti menjiplak karya orang lain dibatalkan sebagai peserta perkuliahan itu.  
6.      Konsultasi, terutama berkaitan dengan pelaksanaan tugas, dapat dilakukan di luar jam tatap muka di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBSS UNP.
7.      Untuk pendalaman materi, mahasiswa dianjurkan memperkaya referensi selain referensi yang dicantumkan dalam silabus ini. Jika mahasiswa menemukan refeensi lain, sangat dihargai jika melaporkannya ke dosen pembina mata kuliah ini.
8.      Mahasiswa harus berpakaian rapi, sopan, dan berperilaku santun.