Rabu, 14 Mei 2014
Rahasia Alam: Misteri Fenomena Lubang Hitam Lebih Dulu Disebutka...
Rahasia Alam: Misteri Fenomena Lubang Hitam Lebih Dulu Disebutka...: Sekali lagi kandungan sains modern dalam al-Quran terbukti dan teruji. Penemuan paling fenomenal di abad 20 di bidang astronomi yaitu Bla...
Minggu, 04 Mei 2014
SESUNGGUHNYA KAMI MILIK ALLAH
TERJEMAH
AL-QUR’AN TENTANG KEPUNYAAN ALLAH
2:107 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit
dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang
pelindung maupun seorang penolong.
2:115 Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke
mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas
(rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
2:116 Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah
mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di
bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
2:142 Orang-orang yang kurang akalnya di antara
manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari
kiblatnya (Baitulmakdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?"
Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk
kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.
2:165 Dan di antara manusia ada orang-orang yang
menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana
mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada
Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui
ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan
Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal).
2:255 Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak
mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada
yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui
apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak
mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi
Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara
keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
2:284 Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam
hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan
dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
3:109 Kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit
dan di bumi; dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan.
3:129 Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang
ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa
siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
3:180 Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil
dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa
kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi
mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di
hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di
bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3:189 Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi,
dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
4:126 Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa
yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
4:131 Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan
yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang
diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.
Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan
apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji.
4:132 Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan
apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
4:139 (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang
kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua
kekuatan kepunyaan Allah.
4:170 Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul
(Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka
berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka
kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang
di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
4:171 Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas
dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.
Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang
diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan
tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan
janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari
ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,
Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah
kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
5:17 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang
berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam".
Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi
kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta
ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan
Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia
menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
5:18 Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:
"Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya".
Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?"
(Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah
manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi
siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara
keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).
5:120 Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan
apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
6:12 Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada
di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah
menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu
pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang
merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
6:13 Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada
malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
6:62 Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada
Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada
hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.
7:128 Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah
pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan
Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".
8:1 Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian)
harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan
Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan
di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah
orang-orang yang beriman".
9:116 Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit
dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung
dan penolong bagimu selain Allah.
10:20 Dan mereka berkata: "Mengapa tidak
diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari
Tuhannya?" Maka katakanlah: " Sesungguhnya yang gaib itu kepunyaan
Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk
orang-orang yang menunggu.
10:55 Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang
ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya).
10:65 Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya
kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.
10:66 Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua
yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru
sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak
mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
10:68 Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata:
"Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya;
kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak
mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?
11:123 Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit
dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka
sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan.
12:40 Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali
hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah
tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu
hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah
selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
13:31 Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang
dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau
oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al Qur'an
itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah
orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki
(semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya.
Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan
mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga
datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
16:52 Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di
langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa
kamu bertakwa kepada selain Allah?
16:77 Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang
tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan
seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
18:26 Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa
lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di
langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam
pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya;
dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan
keputusan".
19:64 Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan
perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa
yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah
Tuhanmu lupa.
20:6 Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua
yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
21:19 Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan
di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa
angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.
22:64 Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit
dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi
Maha Terpuji.
23:84 Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini,
dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
23:85 Mereka akan menjawab: "Kepunyaan
Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"
23:87 Mereka akan menjawab: "Kepunyaan
Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
23:89 Mereka akan menjawab: "Kepunyaan
Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu
ditipu?"
24:42 Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi
dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).
24:64 Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allah lah apa
yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu
berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia)
dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah
mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
25:2 yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi,
dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan
(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan
ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
25:26 Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan
Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran
bagi orang-orang kafir.
27:91 Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan
negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala
sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah
diri.
28:75 Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang
saksi, lalu Kami berkata "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka
tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari
mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
30:26 Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di
langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
31:26 Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang
di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
35:13 Dia memasukkan malam ke dalam siang dan
memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan,
masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian
Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru
(sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
39:3 Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang
bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah
(berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka
mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah
akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
39:44 Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafaat
itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah
kamu dikembalikan".
39:63 Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan)
langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka
itulah orang-orang yang merugi.
40:16 (yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari
kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu
Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?"
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
42:4 Kepunyaan-Nya lah apa yang ada di langit dan apa
yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
42:12 Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan
bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan
(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
42:49 Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi,
Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan
kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa
yang Dia kehendaki,
42:53 (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala
apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada
Allah-lah kembali semua urusan.
45:27 Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan
bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu
orang-orang yang mengerjakan kebatilan.
48:4 Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam
hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka
(yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
48:7 Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.
Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
48:14 Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit
dan bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengadzab
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
53:31 Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang
yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan
kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
55:24 Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi
layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
57:2 Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia
menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
57:5 Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan
kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
63:7 Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada
orang-orang Ansar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada
orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar
(meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan
langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
72:18 Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah
kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di
samping (menyembah) Allah.
92:13 dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah akhirat dan
dunia.
Rabu, 16 April 2014
Nasehat MARIO TEGUH
Nasehat
MARIO TEGUH
kita menilai diri dari apa yang kita
pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah
kita lakukan. untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan
bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
tugas kita bukanlah untuk berhasil. tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
tugas kita bukanlah untuk berhasil. tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. dan seringkali anda menghindari
orang yang tidak anda sukai, padahal
dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru
orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
bila anda belum menemUkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. anda akan tampil secemerlang yang berbakat
kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
bila anda belum menemUkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. anda akan tampil secemerlang yang berbakat
kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.
tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang
waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan
Ayo semangat membangun negeri!
sumber
Muslichindi
Kesaksian Jiwa
(Terjemah Surat Al-A’raaf
ayat 172-177)
172.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman):
"Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi
saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan:
"Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
173.
atau agar kamu tidak mengatakan:
"Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan
Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang)
sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan
orang-orang yang sesat dahulu?"
174.
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka
kembali (kepada kebenaran).
175.
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami
berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian
dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan
(sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
176.
Dan kalau Kami
menghendaki,
sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu,
tetapi dia cenderung kepada dunia
dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah,
maka perumpamaannya seperti anjing
jika kamu menghalaunya
diulurkannya lidahnya
dan jika kamu membiarkannya
dia mengulurkan lidahnya (juga).
Demikian itulah perumpamaan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
Maka ceritakanlah (kepada mereka)
kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
177.
Amat buruklah
perumpamaan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami
dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat dzalim.
178.
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah,
maka dialah yang mendapat petunjuk;
dan barang siapa yang disesatkan Allah,
maka merekalah orang-orang yang merugi.
Selasa, 25 Maret 2014
RAHASIA KEBERUNTUNGAN atau SUKSES
Terjemahan ayat Al-Quran
2:5 Mereka
itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah
orang-orang yang beruntung.
2:16 Mereka
itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung
perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
2:189 Mereka
bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah
tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan
memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah
kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya;
dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
3:104 Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung.
3:130 Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan
bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
3:185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat
sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu
tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
3:200 Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.
5:35 Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang
mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu
mendapat keberuntungan.
5:90 Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.
5:100
Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya
yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang
berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."
5:119 Allah
berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang
benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap
mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling
besar".
6:16 Barang
siapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah
memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
6:21 Dan
siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan
terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang
aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.
6:135
Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya aku
pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang
akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang
dzalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.
7:8 Timbangan
pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan
kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
7:69 Apakah
kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu
yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan
kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu
sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan
Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada Kaum Nuh itu).
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
7:157 (Yaitu)
orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati
tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh
mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan
belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman
kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang
diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
8:45 Hai
orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
9:72 Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan
mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya,
dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridaan Allah adalah
lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
9:88 Tetapi
Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta
dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan
mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.
10:17 Maka
siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan
terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung
orang-orang yang berbuat dosa.
10:69
Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah tidak beruntung".
12:23 Dan
wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk
menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata:
"Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah,
sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya
orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
16:116 Dan
janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara
dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah tiadalah beruntung.
18:20
Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan
melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika
demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya".
23:1
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
23:102 Barang
siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang
dapat keberuntungan.
23:117 Dan
barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada
suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi
Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
24:31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.
24:51
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan
rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan."
"Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung.
28:67 Adapun
orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal yang shaleh, semoga dia
termasuk orang-orang yang beruntung.
28:82 Dan
jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata:
"Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki
dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan
karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai
benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".
30:38 Maka
berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada
fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi
orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang
beruntung.
31:5 Mereka
itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung.
39:9 (Apakah
kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di
waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab)
akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang
yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya
orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
41:35
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang
sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai
keberuntungan yang besar.
44:57 sebagai
karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
45:30 Adapun
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh maka Tuhan mereka
memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). itulah keberuntungan yang nyata.
48:5 supaya
Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia
menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan
yang besar di sisi Allah,
57:12 (yaitu)
pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang
cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan
kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah
keberuntungan yang banyak.
58:22 Kamu
tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,
sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau
pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan
keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang
daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka
dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah
golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan
yang beruntung.
59:9 Dan
orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada
mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa
yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan
(orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan
(apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran
dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
59:20 Tiada
sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni
surga itulah orang-orang yang beruntung.
61:12 niscaya
Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal
yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
62:10 Apabila
telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
64:9
(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari
pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan
kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan
amal shaleh niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan
memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.
64:16 Maka
bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta
taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang
beruntung.
85:11
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh
bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan
yang besar.
87:14
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
91:9
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
ARTIKEL
Dimuat dalam majalah Ilmiah SALINGKA VOLUME 10 NOMOR 2 Edisi DESEMBER 2013 h 184-197
PROBLEMA PERJODOHAN TOKOH WANITA
DALAM
NOVELET TAKBIR CINTA ZAHRANA
KARYA
HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
Oleh: Abdurahman
FBS Universitas Negeri Padang
Surel: abdurahaman.padang@gmail.com
.
Abstrac
This
article contains an analysis of the matchmaking problems faced Zahrana figures in the novella "Takbir Cinta
Zahrana" El Shirazy Habiburrahman
in 2007. By deskripstif method and
contents analisis we found that
Zahrana figures fail matchmaking due to underestimate or look down on
other people's professions, without consideration, and too focused on academic
careers. In addition, figures Zahrana reject the proposed candidate is not idiologis,
prospective divorce and remarriage, a married candidate, the candidate can not
read the Quran, and the candidate dies in an accident. Zahrana matchmaking problems are problems that
merealitas in life now. Therefore matchmaking problem in this novella can be a comparison in building the reader
insight matchmaking issues.
Key
word: nonella, analisys, matchmaking
A.
Pendahuluan
Wanita sebagai salah satu kekuatan
sosial mempunyai hak, tanggung jawab, dan berkewajiban yang sama dengan
kekuatan sosial lainnya dalam rangka mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia yang
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sasaran pembangunan dalam kemerdekaan tidak lain adalah untuk menciptakan keluarga
dan masyarakat sejahtera yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Esa (Subardini dkk,
200:3). Dalam kerangka menciptakan
keluarga atau bangsa yang berkualitas itu, wanita mempunyai hak yang sama
dengan kaum lelaki sehingga tidak ada halangan bagi seorang wanita saat ini
untuk mencapai karir akademiknya setinggi-tingginya seperti kaum laki-laki.
Dalam meniti karir akademik, wanita adakalanya
menemui dilema ketidak-seimbangan antara kemajuan karir akademik dengan
kemajuan karir membina rumah tangga. Bisa jadi seorang wanita hanya terfokus
membina karir akademik dan sebaliknya, ada wanita kurang beruntung dalam karir
akademiknya, boleh jadi mereka cuma tamat sekolah menengah atas saja atau lebih
rendah lagi. Yang sangat beruntung tentu wanita yang maju dalam karir
akademiknya, dapat meraih prestasi akademik tertinggi dan juga berhasil dalam
membina karir rumah tangga, serta
bahagia dalam berumah tangga.
Wanita dalam kondisi yang kurang
beruntung dalam membina rumah tangga dan sukses dalam karir akademik tidak
terlepas dari persoalan, konflik, dan kekerasan (verbal) dalam kehidupan.
Penyebab konflik dan persoalan yang menghinggapi wanita tidak hanya berasal
dari rumah tangga tetapi dapat berasal dari akibat hubungan dengan lingkungan
yang kompleks. Statusnya dalam rumah tangga dan kedudukan sosialnya dalam
masyarakat dapat menimbulkan friksi-friksi psikologis yang menjurus pada
konflik dan kegelisahan. Kontrakdiksi penghargaan masyarakat terhadap karirnya dengan
kenyataan status rumah tangganya dapat menimbulkan hal yang menjurus pada
pertentangan yang tidak menyamankan. Norma yang berlaku umum dengan norma
individual seorang wanita dapat menghasilkan konflik batin yang ruwet untuk
dinyatakan secara transparan. Sepertinya di mana pun akan selalu ada persoalan
dan konflik yang terjadi dalam kehidupan wanita karir karena adanya
ketidaksesuaian antara keinginan dengan harapan menurut diri atau menurut orang
di sekitarnya.
Sejalan dengan pikiran di atas
Djojosuroto (2006:22) lebih jelas megatakan bahwa persoalan hidup manusia (wanita)
yang tidak kalah rumitnya dengan persoalan diri sendiri adalah persoalan
hubungan antara manusia lain dengan bermasyarakat dalam lingkungan sosial. Mencermati
hal itu, kehadiran novelet “Takbir Cinta Zahrana” karya Habiburrahman El
Shirazy seakan memotret bagaimana persoalan tersebut sepertinya karya sastra itu
lahir dari persoalan perjohan wanita. Novelet itu mencerminakan kehidupan yang tidak terlepas
dari persoalan hidup tokoh wanita. Kehadiran
novelet itu mengajak pembaca untuk menyadari sepenuhnya bahwa kenyataan itu
ada. Dengan kepiawaiannya pengarang menggambarkan dan menceritakan persoalan
wanita yang lebih emosionalistik dibandingkan kenyataan yang sebenarnya
sehingga apa yang ditawarkan karya sastra ini berupa masalah wanita dapat
memancing tetesan air mata pembaca dibanding hanya melihat peristiwa itu
terjadi dalam realitas sosial.
Tawaran karya sastra terhadap persoalan
dan konflik wanita berupa gambaran problema perjodohan merupakan masalah
individual dan sosial yang dapat dianalisis karena hal itu diceritakan mulai dari fenomena
perjodohan, penyebab fenomena, konflik, dan penyelesaian cerita yang solutif
yang mengarahkan tokoh (Zahrana) menjadi wanita terhormat dan bahagia.
Objek analisis artikel ini
adalah novelet “Takbir Cinta Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy yang
terkodifikasi dalam tajuk “Dalam Mihrab Cinta” yang diterbitkan tahun 2007,
memuat persoalan tokoh wanita, Zahrana. Dalam tajuk “Dalam Mihrab Cinta, novelet
Takbir Cinta Zahrana merupakan novelet yang ditempatkan paling awal bersamaan
dengan novelet “Dalam Mihrab Cinta” dan
novelet “Mahkota Cinta”. Dalam analisis ini Takbir Cinta Zahrana dipilih karena
lebih menonjolkan persoalan wanita, yaitu persoalan karir akademik dan karir
rumah tangga. Persoalan perjodohan yang ideal menurut logika dengan realitas
yang ditemui. Persoalan hidup dengan idealis yang harus dipertahankan serta
suka-dukanya, serta keyakinan hidup yang menyelamatkan. Persoalan itu juga yang
mengundang kegelisahan, kecemasan, tragedi, kesabaran,dan kebahagiaan.
Tokoh Zahrana sebagai seorang tokoh wanita gadis yang sukses membangun
karir akademik tetapi mengalami suka duka dan malah sering kurang beruntung
dalam membangun perjodohan untuk berumah tangga. Dalam sekapur sirih novelet
pembangun jiwa itu pengarangnya, Shyrazy, mengatakan bahwa “Novelet Takbir
Cinta Zahrana” merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata. Saya mencoba
menulis tentang indahnya ketegaran dan ketulusan di jalan Allah. Saya juga mencoba me-muhasabah-i (merenungkan) tindakan orang seperti Zahrana yang lebih
mementingkan karir akademik daripada karir membangun rumah tangga dan membina
generasi. Akademik dan karir bagi si apa pun, memang penting, tetapi membangun
rumah tangga dan membina generasi juga tidak kalah pentingnya. Alangkah baiknya
jika kedua-keduanya berjalan seiring dan seirama. Itulah yang yang saya
harapkan dari “Takbir Cinta Zahrana” dengan menyajikan “kasus” Zahrana.
Dalam kepentingan membangun dua karir yang
menjadi pilar kehidupan yang tidak seimbang itulah Zahrana mengalami persoalan
duka lara, getir, dan sekaligus mengharukan. Persoalan perjodohan yang tidak
sepi dari konflik batin dan konflik sosial dengan orang-orang di sekitarnya.
Membaca cerita Zahrana serasa tidak bedanya dengan membaca realitas yang
sebenarnya. Gambaran bagaimana pertentangan kehidupan akademik di kampus dengan
keinginan kehidupan pribadi yang tidak pernah tersentuh oleh pengetahuan orang umum
dan juga sistem pembinaan staf kampus. Persoalan seperti itu adalah persoalan yang menarik untuk
dibicarakan dan urgen untuk menghadapi masa depan wanita karir. Oleh karena itu,
pembahasan terhadap novelet ini merupakan suatu yang penting dilakukan.
Sebagai pemandu penelitian ini maka diajukan pertanyaan penelitian
sebagai berikut. (a) Persoalan apa saja
yang dihadapi tokoh Zahrana sebagai tokoh wanita dalam novelet Takbir Cinta
Zahrana? Berdasarkan pertanyaan penelitian di atas maka yang menjadi tujuan
penelitian adalah mendeskripsikan dan mengungkapkan serta membahas persoalan tokoh
wanita Zarana dalam novelet Takbir Cinta Zahrana.
Hasil kajian terhadap persoalan dan
pandangan tokoh terhadap tokoh wanita dalam
karya sastra atau novelet diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi wanita gadis khususnya dan
umumnya semua lapisan masyarakat dalam
menyikapi berbagai persoalan hidup. Di samping itu, temuan ini juga diharapkan
dapat membantu guru-guru sastra dalam menghayati kesusastraan dan menjadikannya bahan bahasan dalam
pengajaran sastra di sekolah. Analisis
ini juga dapat menjembatani pemahaman pembaca dengan karya sastra.
Sebagai kerangka teoretis penulis membahas
hakikat novel, kajian wanita dalam
sastra, pendekatan sosiologi sastra. Pertama, novel berasal dari bahasa Inggris
yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia . Kata novel berasal dari
bahsa Itali yaitu “novella” (dalam
bahasa Jerman “novelle”). Secara harfiah novella berarti sebuah barang baru
yang kecil, dan kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa
(Abrams dalam Nurgiyantoro,199:9). Sekarang istilah novella dan novelle
mengandung arti yang sama dengan istilah novellet dalam bahasa Indonesia .
Novellet berarti sebuah karya prosa fiksi yang cukup panjang artinya tidak
terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.
Menurut Nugiyantoro (199:31-32) novel
merupakan sebuah struktur organisme yang kompleks, unik, dan mengungkapkan
sesuatu secara tidak langsung. Novel sebagai salah satu produk sastra memegang
peranan penting dalam memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk menyikapi
kehidupan manusia, misalnya dapat diambil beberapa pelajaran untuk memahami hakikat
kehidupan. Novel tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dalam
masyarakat. Perkembangan masyarakat mempengaruhi perkembangan novel sebagai
sebuah karya sastra. Novel juga merupakan wadah penyampaian ide-ide pengarang.
Melalui novel pengarang menuangkan permasalahan kehidupan dengan bantuan
imajinasi. Namun imajinasi tidak akan berkembang bila tidak mempunyai
pengetahuan yang memadai tentang realitas objektif. Selanjutnya, Semi (1988:32)
mengemukakan bahwa novel adalah suatu cerita yang mengungkapkan kehidupan
manusia pada suatu saat yang tegang dan pemusatan kehidupan lebih tegas. Novel
juga mengungkapkan aspek-aspek kemanusiaan dalam kehidupan.
Pada hakikatnya
karya sastra membicarakan tentang masalah manusia dan kemanusiaan, masalah
hidup dan kehidupan. Menurut Semi (1984:55) ada
tiga unsur yang dapat dicermati yaitu; (1) kesusastraan mencerminkan
sistem sosial yang ada dalam masyarakat, (2) kesusastraan mencerminkan sistem
ide dan sistem nilai dan, (3) kesusasteraan mencerminkan bagaimana mutu
peralatan kebudayaan. Jadi, novel adalah hasil rekaan atau imajinasi pengarang
yang menggambarkan kehidupan manusia yang dituangkan dalam bentuk cerita dan
bahasa sebagai mediumnya. Melalui novel pengarang mengangkat permasalahan yang
ada dalam kehidupan,. Sehingga dapat memberikan manfaat untuk pembaca (Darma, 200).
Oleh
karena itu, dalam mengisahkan realitas dibutuhkan keberanian, kepekaan,
dan keberpihakan pengarang terhadap
pokok persoalan yang ditawarkan dalam cerita. Keberpihakan utuh yang didasari
dan diperuntukkan oleh nurani dan kejujuran demi mempertahankan prinsip-prinsip
kemanusiaan dan kebenaran realitas.
Dengan demikian, proses kreatif pengarang bukan hanya tertuju pada kekuatan perekaan dan pengamatan semata,
melainkan didukung pula dengan adanya persinggungan dengan konteks histories,
psikologis, dan cultural yang mempengaruhi karya sastra tersebut. Oleh karena itu,
aksi kemanusiaan dalam novel tidak dapat terlepas dari mempersoalkan eksistesi
manusia dalam segala segmen kehidupan cerita yang disampaikan pengarangnya.
Kedua, kajian wanita dalam karya sastra telah
dilakukan melalui pendekatan yang disebut dengan feminisme. Paham feminisme
dalam budaya Barat telah berkibar sejak 1960-an. Tujuan inti adalah meningkatkan
kedudukan dan derajat wanita agar sama atau sederajat dengan kedudukan
laki-laki. Perjuangan serta usaha feminisme untuk mencapai tujuan ini mencakup
berbagai cara termasuk melalui sastra. Kritik kaum wanita telah menjadi salah satu bidang utama
pertumbuhan kritik sastra sehingga melahirkan karya seperti Thinking About Women oleh Mary Elman. Yang menjadi konsep utama pendekatan
feminisme adalah masalah dimensi moral dan politik. Citra kritik feminisme
terutama berkaitan dengan bagaimana karakter-karakter wanita diwakili dalam
sastra, terutama dalam karya sastra yang ditulis oleh kaum pria. Josephin
Donovan tokoh penting dalam kritik
feminisme berpendapat bahwa pririoritas utama adalah mengubah pandangan tokoh
dan karakter wanita dalam sastra yang ditulis oleh kaum pria dilihat sebagai
yang lain atau sebagai objek perhatian jika mereka melayani atau menyimpang
dari tujuan protagonis laki-laki. Sastra seperti asing dari sudut pandang
wanita karena ia menolak keberadaan dirinya.
Ratna (200) menyatakan bahwa
feminisme sebagai gerakan kaum wanita menolak segala sesuatu yang
dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan dominan,
baik dalam bidang politik, ekonomi, dan kehidupan sosial pada umumnya.
Feminisme menggabung doktrin persamaan hak bagi wanita berupa gerakan
teorganisasi untuk mencapai hak asasi wanita dan sebuah idiologi transformasi sosial bertujuan untuk menciptakan
dunia bagi wanita melampaui persamaan sosial yang sederhana. Secara umum
feminisme merupakan idiologi pembebasan wanita dari anggapan bahwa wanita
mengalami penderitaan dan ketidakadilan
karena jenis kelaminnya wanita.
Dalam kajian sastra fokus
pembicaraan yang menyangkut masalah eksistensi wanita dapat dilihat peranan
tubuh wanita sebagai pembawa keturunan, pengalaman wanita, wacana, seksualitas,
kondisi sosial dan ekonomi. Pada umumnya semua karya sastra yang menampilkan
tokoh wanita dapat dikaji dengan
pendekatan feministic. Yang menjadi objek kajian pada tokoh wanita
adalah peranan tokoh wanita, hubungan tokoh wanita dengan tokoh lain,
perwatakan tokoh wanita, sikap pengarang, penampilan tokoh wanita.
Ketiga, dalam pengaruh perubahan
nilai-nilai yang timbul dan mengingat kehidupan masyarakat sangat kompleks,
tidak dapat dipungkuri bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang fungsi wanita
yang tugas pokoknya sebagai ibu rumah tangga dengan pembagian tugas dalam
melaksanakan pekerjaan, pengurusan rumah tangga dan pemeliharaan keluarga. Dalam
hal ini ditunjukkan berbagai hal yang
dapat menimbulkan kontradiksi mengenai tugas pokok rumah tangga dengan
pekerjaan di luar. Bertambahnya wanita karir, kesempatan meraih pengetahuan dan
gelar kesarjanaan dan bertambah lebarnya kesempatan untuk membangun, dan
dorongan ekonomi menjadikan hal tersebut semakin kentara. wanita masa kini
tidak menginginkan persamaan hak saja tetapi mereka dalam segala hal berpacu
dengan kaum laki-laki. wanita masa kini tidak hanya mempunyai monofungsi tetapi
merupakan wanita yang multifungsi seperti kaum laki-laki (Notopuro, 1984).
Penting artinya wanita sebagai
pendamping laki-laki dalam keluarga dapat diwujudkan apabila wanita sebagai ibu
dan laki-laki sebagai bapak berada dalam keseimbangan keselarasan dengan
landasan pengertian, kesadaran, dan pengorbanan. Kedudukan wanita menjadi dua
belahan, yaitu untuk anak dan suami. Oleh karena itu, untuk masuk pada fase ini
seorang gadis harus selektif memilih pasangannya. Namun jika pencariannya terlalu idealis maka masalah kurang cocok dan
berbagai pertentangan akan mengemuka (Subardini, 200). Peran wanita juga
terkait dengan kedudukannya. Khalil (198) mengemukakan kedudukan wanita itu
ada tiga macam, yaitu wanita selaku putri, wanita selaku istri, dan wanita selaku
ibu. Berdasarkan kedudukannya maka wanita mempunyai peran sama satu dengan
lainnya dalam masing-masing kedudukan.
Keempat, sosiologi pada umumnya
membicarakan hubungan sosial antara manusia dengan keluarga, manusia dengan
politik, dan lembaga-lembaga lainnya. Karya sastra seagai cerminan kehidupan
masyarakat tidak terlepas dari hal itu. Oleh karena itu, dalam sosiologi sastra
pembicaraan dimulai dari aspek sosial dalam karya sastra kemudian kemudian
menghubungkan karya sastra dengan genre dan masyarakat (Junus, 1986).
Sastra berusaha menampilkan keadaan
masyarakat dengan secermat-cermatnya. Welek & Warren (1989) mengemukakan
bahwa sastra dapat dikaji dari sudut sosial sejauh mana ia ditentukan oleh masyarakat
dan tegantung pada latar sosial, perubahan sosial, dan perkembangan sosial.
Cara yang ditempuh dalam menganalisis dapat dengan dua cara yaitu: pertama,
mulai dari lingkungan (konteks) masyarakat lalu menghubungkan faktor-faktor
luar itu dengan yang terdapat dalam karya sastra. Kedua, mulai dari karya
sastra lalu menghubungkan dengan faktor-faktor kemasyarakatan.
Penelitian ini termasuk jenis
kualitatif dengan teknik analisis isi dan termasuk penelitian kepustakaan. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, metode
yang digunakan adalah metode deskriptif. Temuan masalah tokoh wanita dalam
paparan ini didukung dengan kutipan teks cerita untuk meyakinkan kebenaran
pernyataan yang dimaksudkan. Sumber data
adalah novelet Takbir Cinta Zahrana dalam tajuk Dalam Mihrab Cinta halaman 13-83, karya Habiburrahman El Shirazy,
cetakan ke-1 Juni 2007 yang diterbitkan
oleh Penerbit Republika. Langkah-langkah analisis data melalui langkah-langkah
sebagai berikut: 1) membaca novelet, 2) menganalisis bagian yang terkait dengan
persoalan wanita atau tokoh Zahrana, 3) menginterpretasi, 4) menarik
kesimpulan.
B.
Hasil
Penelitian
1.
Masalah
Tokoh Wanita (Zahrana) dalam Novelet Takbir Cinta Zahrana
Pada bagian ini dibahas masalah tokoh Zahrana
sebagai tokoh wanita. Untuk itu, akan dibicarakan kedudukan tokoh Zahrana,
masalah yang dihadapi dan penyebabnya, dan pandangan tokoh lain terhadap
Zahrana dalam novel Takbir Cinta Zahrana berdasarkan alur cerita.
a.
Kedudukan dan Persoalan Tokoh Zahrana
Tokoh
Zahrana adalah seorang gadis, anak tunggal
dari Pak Munajat dan istrinya. Dalam rumah tangga kedudukan Zahrana
adalah sebagai wanita putri. Oleh
karena itu, perannya sebagai putri ditunjukkan dalam berbagai peristiwa. Sikap itu
juga ditunjukkannya ketika dilamar Pak
Karman , ia nampak
sebagai seorang yang teguh, cekatan, rendah
hati, dan santun. Berikut kutipannya:
“Ia meneguhkan jiwa, menata hati, ia
memprediksi gaya
bahasa yang akan di sampaikan Pak Karman dan menyiapkan gaya bahasa yang tepat untuk menjawab. Ia
juga tidak lupa menyiapkan hidangan yang pantas untuk menghormati tamu. Ruang
tamu telah ia rapikan. Bunga-bunga ia tata, dan sarung bantal ia ganti dengan
yang baru. … Dan ia kembali meneguhkan prinsipnya dalam menghadapi siapa pun;
harus tenang, bicara yang tepat, rendah hati, dan santun.” (TCZ:19).
Keteguhan
jiwanya terganggu jika mengingat umurnya yang sudah tiga puluh empat.
Seharusnya, dalam usia demikian Zahrana dalam keluarga sudah berkedudukan
sebagai wanita istri namun hal itu
belum jua terwujud. Dalam keadaan seperti itu Zahrana sudah tidak bisa lagi
menerima kedudukannya sebagai putri dan harapannya menjadi istri belum jelas
titik terangnya. Hal itu, menyebabkan persoalan rumit bagi Zahrana dan membuat
dia menderita terutama secara batin.
“Umurnya
sudah tidak muda lagi. Tiga puluh empat tahun. …Sudah tidak terhitung ia
menghadiri pernikahan mahasiswinya. Dan ia selalu hanya bisa menangis iri
menyaksikan mereka berhasil menyempurnakan separo
agamanya* (TCZ:16).
Dalam
realitas kehidupan bermasyarakat kedudukan sebagai putri dengan umur yang lewat
tiga puluh tahun memang menjadi beban mental yang berat. Bagi seorang wanita
usia sedemikian memang terasa sudah terlambat untuk berumah tangga mengingat
usia yang baik untuk melahirkan, keadaan subur wanita, serta perubahan fisik. Karena
itu status itu tidak menyenangkan bagi wanita itu sendiri dan juga bagi keluarga, dan
dapat menjadi bahan pembicaraan bagi
mulut-mulut usil yang tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, ada perasaan yang
kurang daripada orang lain sesama wanita, merasa tidak laku, atau lebih
beratnya merasa rendah diri. Memang
Zahrana berhasil dalam membina karir akademik tetapi kelalaian membina karir
rumah tangga juga menjadi masalah yang sangat serius. Jika pun terjadi wanita terlambat
kawin masih menunjukkan keluwesannya dalam bermasyarakat tentu perasaan
sedihnya dia simpan jauh dalam hati dan akan dilampiaskan dengan menangis jika
ia sedang seorang diri dengan pertanyaan kapan ini akan berakhir.
Di
sisi lain kedudukan perkawinan menurut
keyakinan Zahrana adalah menyempurnakan separuh agama. Bila perkawinan telah
dilakukan maka nilai ibadah yang ia lakukan menjadi utuh tidak lagi bernilai
setengah. Siapa orang yang tidak harap dan mencita-citakan hal itu? Apalagi
Zahrana, ia tahu betul dengan keyakinan itu. Bagi Zahrana yang beriman, itulah
yang dimunajatkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa seperti kutipan berikut.
“Hanya ia yang tahu bahwa sejatinya ia sangat menderita. Ada satu hal
yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali bermunajat kepada Sang Pencipta siang
dan malam. Ia menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir sebagai
perawan tua yang juga belum menemukan jodohnya. Dalam keseharian ia tampak
biasa dan ceria. Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan sikap tenangnya”
(TCZ:14).
Dalam novel Takbir Cinta Zahrana
(TCZ) kisah tokoh Zahrana dimulai ketika ia telah berkedudukan secara sosial berprofesi
sebagai dosen dengan prestasi yang membanggakan di perguruan tinggi swasta
terkenal di Semarang. Di saat itulah Zahrana
mendapat merasakan persoalan jodoh itu
menjadi masalah dalam hidupnya. Ada
tiga hal menyadarkannya akan masalah ini, yaitu saat umurnya tidak muda lagi,
yaitu telah tiga puluh empat tahun; ketika ia melihat teman-teman seusianya
telah memiliki anak dua, tiga, empat; dan ketika mahasiswi yang ia bimbing
skripsinya sudah banyak yang menikah.
Berdasarkan analisis di atas dapat
diambil kesimpulan bahwa kedudukan Zahrana sebagai tokoh wanita adalah sebagai wanita putri namun kedudukan itu
sudah tidak diingininya lagi mengingat umurnya yang lebih tiga puluh tahun. Dengan kondisi sukses karir akademik
Zahrana juga mengalami keguncangan jiwa dalam menghadapi status memperjuangkan
karir rumah tangganya.
b.
Masalah Perjodohan Zahrana Masa Lampau di S-1
Untuk membeberkan masalah perjodohan
sebelumnya pengarang menyampaikan dengan alur sorot balik. Pengarang
menceritakan penyesalan Zahrana terhadap masa lalunya ketika di S1 dulu, yang
tidak mau menerima lamaran orang yang menyukainya. Dalam novel TCZ dilukiskan
kegagalan Zahrana dan penyebabnya. Di antaranya adalah: 1) Ia gagal menikah dengan Gugun yang
mati-matian mencitainya sejak awal kuliah karena ia meremehkan Gugun yang waktu
itu menurut dia tidak cerdas dan tipe lelaki kerdil. Sekarang Gugun sudah
sukses dalam beberapa usaha dan sudah punya anak (TCZ:14). 2) Ia gagal menikah
dengan kakak Yuyun temannya yang berprofesi jualan pakaian di Pasar Bringharjo
Jogja. Ia menilai lelaki dengan profesi itu tidak cocok dengan dirinya.
Sekarang kakak Yuyun telah sukses, tokonya besar dan mendirikan sekolah pula
(TCZ:15). 3) Sudah banyak orang yang melamarnya tetapi ia tolak dengan tanpa
pertimbangan. Dan sekarang ia menyadari bahwa ia harus rendah hati, bahwa karir
akademik bukanlah segalanya, bahwa hidup berproses, dan bahwa ia tidak nyaman
hidup sendiri dan harus mencari lelaki yang baik sebagai suami dan bapak
anak-anaknya. Berikut kutipan yang mendukung hal itu.
“Terkadang ia menyalahkan dirinya sendiri,
kenapa tidak menikah sejak masih S1 dahulu? Kenapa tidak berani menikah dengan
Gugun yang mati-matian mencintainya…Ia dulu memandang remeh Gugun …. Sekarang
Gugun sudah sukses (TCZ:14).
“…Yuyun dulu menawarkan kakaknya yang telah
membuka kios pakaian ….Ia masih memandang rendah pekerjaan jualan pakaian
dalam. Sekarang kakak Yuyun telah punya
toko pakaian dan sepatu yang lumayan besar di Jogja.”(TCZ:15)
“Dulu banyak yang datang kepadanya ia tolak tampa
pertimbangan.”(TCZ:15)
Dari
analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kegagalan perjodohan Zahrana masa lalu
adalah karena menganggap remeh orang lain, menganggap rendah profesi orang lain, tanpa pertimbangan dan
hanya terfokus pada karir akademik. Kegagalan perjodohan seperti ini banyak
ditemui dalam kasus yang sebenarnya dalam realitas objektif.
c.
Masalah Perjodohan Zahrana Setelah Bekerja
Untuk melukiskan perjodohan selanjut pengarang menggunakan alur lurus
dengan demikian persoalan Zahrana dengan mudah dapat diungkapkan. Ada beberapa perjodohan
yang dialami oleh tokoh Zahrana yang mempunyai kisah yang penuh mengharukan.
1)
Pinangan Pak Karman
Pak Karman adalah dekan di fakultas
di mana Zahrana mengajar dengan titel haji, master luar negeri, dan pengusaha
pom bensin. Ia dipertemukan dengan Pak Karman melalui bantuan Bu Merlin,
pembantu dekan I, orang kepercayaan Pak Karman yang juga memberi informasi
kerja kepada Zahrana waktu melamar menjadi dosen. Mengingat kedudukan dan
status Pak Karman, Zahrana dapat menerimanya namun ada yang ia tidak suka
dengan sifat Pak Karman, yaitu suka mengencani mahasiswi diam-diam di kampus.
“Hari ini ia kembali di uji. Seorang akan
datang untuk meminangnya. Ia masih bimbang harus memutuskan apa nanti. … Kali ini yang datang bukan orang
sembarangan. Pak H. Sukarman, M.Sc. Dekan Fakultas Teknik tempat dia mengajar”
(TCZ:17).
“
Namun jika ia teringat apa yang dilakukan Pak Karman pada beberapa mahasiswi
yang dikencani diam-diam, ia tak mungkin memaafkan (TCZ:18).
Karena merasa hormat dengan Bu Merlin, Zahrana
tetap menerima kedatangan rombongan lamaran Pak Karman. Pak Darmanto jubir Pak
Karman menyampaikan maksud kedatangan rombongan, yaitu lamaran terhadap
Zahrana. Yang menjawab ayah Zahrana tetapi ia tidak memberi peluang dan
menyerahkan jawaban pada anaknya. Zahrana menjawab bahwa perkerjaan tergesa-tega
adalah dari setan karena itu ia minta janji tiga hari dan ia sendiri akan
memberikan jawaban kepada Pak Karman. Akhirnya Zahrana memutuskan menolak pinangan Pak Karman dengan sepucuk surat . Inilah isi surat Zahrana.
“To the point saja, tanpa mengurangi rasa
hormat saya kepada Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya belum bisa
menerima pinangan Bapak. Semoga Bapak mendapatkan yang lebih baik dari saya.
Mohon maklum dan maaf jika tidak berkenan.
Pak Karman kecewa dan marah, kemarahannya ia
lampiaskan dengan meneror Zahrana melalui SMS. Berikut bunyi SMS-nya.
“Apa khabar perawan Tua? Kelapa itu semakin tua
semakin banyak santannya. Banggalah jadi perawan tua.”
Ujung dari pinangan Pak Karman, Zahrana meninggalkan kampus dengan mengundurkan diri
dan mencari pekerjaan baru demi menghindari konflik dengan Pak Karman. Hal itu
juga sesuai dengan saran Bu Merlin yang walaupun kecewa dengan Zahrana tetapi
bersikap baik padanya. Peristiwa berhentinya Zahrana menjadi dosen juga
mendapat perhatian dari kolega dan mahasiswanya terutama Pak Didik, Nina dan
Hasan yang mengurusi surat-surat dan barang-barangnya. Mengetahui pengunduran
diri Zahrana, Pak Karman makin marah. Cerita berikutnya tokoh Zahrana melamar
jadi guru Pesantren Al Fatah. Di sana
ia berharap bisa menemukan jodohnya.
2) Tawaran/Pinangan
Pak Didik
Pak Didik adalah rekan kerja Zahrana
di kampus teknik. Ia mengetahui Pak Didik menyukainya melalui email
waktu itu sedang memeriksa tugas siswanya di komputer. Pak Didik menawarkan
kepada Zahrana menjadi istri kedua. Berikut ini kutipan email Pak Didik.
“… Maaf to
the point saja Bu. Saya menawarkan kepada ibu, sekali lagi maaf jika
dianggap lancang, untuk menjadi istri kedua saya. Saya yakin istri saya bisa menerimanya nanti” (TCZ:38).
Menerima
email Pak Didik tubuh Zahrana bergetar, matanya berkaca-kaca. Ia tahu apa yang
ia rasakan. Yang jelas bukan bahagia. Ia merasa betapa tidak mudah menjadi
gadis yang terlambat menikah. Dan betapa susah menjadi wanita (TCZ:39). Zahrana
tidak mengubris tawaran Pak Didik. Ia menilai ia tidak tega akan perasaan istri
Pak Didik, perasaan orang tuanya, dan sejujurnya ia tidak siap mejadi istri
kedua (TCZ:40).
3)
Calon dari Teman Ayah Zahrana
Sudah enam bulan Zahrana mengajar di STM
Al Fatah ia belum juga mendapatkan jodohnya. Setelah tawaran Pak Didik sudah
ada dua orang yang maju. Yang pertama, dibawa oleh teman ayahnya. Seorang
satpam di sebuah bank BUMN. Zahrana tidak lagi melihat status. “Hanya saja ia
tidak sreg karena satpam itu tidak bisa membaca Al-Quran sama sekali. Ia
membayangkan bagaimana anaknya kelak jika ayahnya buta Al-Quran. Alangkah
beratnya mengajar suami mengaji dan salat. Akhir ia memilih untuk menunggu yang
lain (TCZ: 42).
4) Calon
dari Teman Zahrana
Orang yang kedua, yang maju melamarnya dibawa oleh temannya sendiri,
Wati. Seorang pemilik bengkel sepeda motor. Duda beranak tiga. Ia sudah kawin
cerai tiga kali dalam waktu tiga tahun. Tiga anaknya adalah hasil kawin
cerainya dengan tiga wanita yang berbeda. Ia tidak mau jadi korban yang
keempat. Akhirnya ia tolak juga pemilik bengkel itu (TCZ:42).
5) Calon
dari Bu Nyai Pengasuh Pesantren
Calon yang
melamar sudah silih berganti tetapi belum ada yang cocok dengan keinginannya.
Kali ini ia sowan ketempat Bu Nyai dan Pak Kiai. Bu Nyai menawarkan santrinya
bernama Rahmad.
“Pendidikannya tidak tinggi. Ia hanya tamat
Madrasah Aliyah. Tidak kuliah. Baik akhlak dan ibadahnya. Tanggung jawabnya
bisa diandalkan. Ia dari keluarga pas-pasan. Anak kedua dari tujuh bersaudara.
Pekerjaannya sekarang jualan kerupuk keliling. Dia duda tanpa anak dengan umur
29 tahun. Istrinya meninggal satu tahun yang lalu karena demam berdarah
(TCZ:46). Menilai calonnya kali ini Zahrana agak bimbang. Ia sudah mengatakan
pada Bu Nyai kalau ia mencari yang beragama saja tanpa melihat status sosial.
Tapi mendengar penuturan Bu Nyai tentang kondisi Rahmad ia jadi gamang. Setelah
melalui salat istikharah dan pertimbangan dari orang tuanya serta
teman-temannya ia akhirnya menerima tawaran Bu Nyai. Setelah Zahrana setuju berita itu disampaikan
pada Rahmad oleh Bu Nyai dan Pak Kiai.
Kali ini Rahmad yang merasa minder dengan Zahrana. Tapi Pak Kiai
berhasil meyakinkan Rahmad bahwa Zahrana itu baik hati, beragama, beriman, dan
salehah. Akhirnya, Rahmad juga menyatakan cocok (TCZ: 56).
Akad nikah dijadwalkan dua minggu lagi.
Zahrana sibuk membeli gaun pengantin dan membuat undangan. Ia mengundang
seluruh teman-temannya kecuali Pak Karman orang yang memusuhinya. Mengetahui
hal itu, Pak Karman marah dan geram. “Jangan sebut aku ini Karman jika tidak
bisa memberi pelajaran pahit pada wanita tengik itu. Geramnya sambil mukul meja
di ruang kerjanya”(TCZ:58).
Sehari sebelum hari H, persiapan pesta Zahrana dengan Rahmad nyaris
sempurna. Malam itu Zahrana tidur nyenyak. Tapi lain halnya dengan Rahmad ia ke
luar rumah, katanya ia dapat telepon untuk bertemu teman lama dan juga mau
membeli topi baru. Namun, sedihnya sampai tengah malam Rahmad belum pulang.
Kekhawatiran keluarganya tidak meleset, Rahmad dilaporkan polisi meninggal
ditabrak kereta api. Menilai kenyataan ini Zahrana jatuh pingsan berkali-kali
dan ia trauma. Lina temannya membawa ke rumah sakit. “Lebih baik aku mati Lin.
Aku nyaris tidak kuat!”(TCZ:64).
Derita
Zahrana ternyata tidak cukup sampai di situ. Tanpa sepengetahuannya, Pak
Munajat, ayahnya, yang memang telah renta tidak kuat menahan tekanan batin, dia
terkena serangan jantung dan meninggal menyusul calon menantunya (TCZ:68).
Ketika itu teman-teman pada datang mengucapkan belasungkawa. Zahrana kaget
ketika Pak Karman juga datang. Di hadapan Zahrana, Pak Karman berkata pelan
sekali, “Saya ikut berduka. Semoga almarhum berdua diterima di sisi-Nya. Saya
berharap semoga gaun pengantinmu benar-benar kau kembalikan ke Solo” (TCZ:68). Zahrana tersentak dan ia curiga kalau kematian
calon suaminya ada hubungannya dengan ancaman Pak Karman.
d.
Solusi Problema, Diterimanya Lamaran Ibu Hasan
Setelah
menghadapi masalah berduka kini Zahrana
lebih bertekad mendekatkan diri kepada
Allah. Ia teringat ucapan Bu Nyai “Kita semua milik Allah dan akan kembali
kepada Allah. Kita semua tunduk pada takdir-Nya. Yang paling berkuasa di atas
segalanya adalah Allah Swt.”(TCZ:73). Sejak itu Zahrana nyaris tidak pernah
meninggalkan salat malam. Ia labuhkan segala keluh kesahnya kepada Yang Maha
Menciptakan. Ia pasrahkan dirinya secara total kepada Allah. Dalam keheningan
malam ia berdoa,
“Ya Rabbi, ikhtiar sudah hamba lakukan,
sekarang kepada-Mu hamba kembalikan semua urusan. Ya Rabbi, aku berlindung
kepada-Mu dari semua jenis kejahatan yang terjadi di atas muka bumi ini. Ya
Rabbi, aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui. Dan berlindung
kepada-Mu dari segala hal buruk yang Engkau ketahui” (TCZ:73).
Bulan
Ramadhan datang. Zahrana semakin menikmati ibadahnya. Bulan itu ia mendengar
kematian Pak Karman ditusuk mahasiswanya yang pacarnya dicabuli Pak Karman di
ruang kerjanya. Ia lalu bertakbir dalam hati karena musuhnya sudah dibinasakan
Tuhan. Dan kini ia bersemangat kembali menempuh hidupnya. Suatu sore setelah salat Ashar ia ke warung
membeli bahan membuat kolak untuk buka
puasa. Tiba-tiba ada mobil sedan berhenti di depan rumahnya. Rupanya yang
datang ibunya Hasan eks mahasiswanya, dokter Zulaikha yang pernah merawatnya di
rumah sakit waktu pingsan dulu. Setelah bicara, bu Zul menyampaikan pada
Zahrana bahwa dua hari yang lalu anaknya Hasan minta nikah dan ia minta
pertimbangan pada Zahrana. Zahrana mengerutkan dahi lalu ia berkata, .“Kalau
menurut saya pribadi tidak ada salahnya Hasan menikah baru ke Malaysia. .. .
Toh Malaysia-Indonesia itu dekat. Sekarang tiket pesawat juga murah”(TCZ:77).
“Apa menurut ibu, Hasan sudah layak menikah?...
Menurut saya Hasan sudah layak menikah…ia bisa diandalkan tanggung jawab dan
kepemimpinannya”. Semoga saja saya kenal dengan calon Hasan itu. Apa ia kuliah
di fakultas teknik? Bukan Bu, Saya langsung saja ya Bu. Maaf sebelumnya, Hasan
meminta kepada saya untuk melamar Bu Zahrana. (TCZ:78).
Zahrana
kaget, dia tidak percaya. Ia kuatir jika Bu Zul membuat perhitungan dengannya.
Tapi Bu Zul meyakinnya. Akhirnya ia tidak bisa berkata apa pun, semua sudah
jelas disampaikan Bu Zul. Dalam menerima tawaran Bu Zul ia mengajukan satu
syarat, yaitu nikah malam itu juga setelah selesai salat tarwih di masjid dekat
rumahnya. Begini katanya, “Tidak. Ibu kan
sudah tahu cerita saya selama ini. Apa ibu ingin saya mati kaku gara-gara saya
tidak jadi nikah lagi. Saya tidak ragu dengan keseriusan ini. … Bagi saya lebih
ya nanti malam, atau tidak sama sekali.”
Pada
malam kedua di Bulan Suci Ramadhan itu, apa yang diharapkan Zahrana terjadi.
Akad nikah setelah salat tarwih disaksikan oleh jamaah yang membludak. Mereka
turut terharu dan menangis tersedu-sedu. Malam itu, Zahrana sangat bahagia sama
halnya dengan Hasan. Usai nikah Hasan mengajak Zahrana naik mobilnya menuju
hotel termewah di kota
Semarang . Di
hotel dengan penuh kekhusukan Zahrana menunaikan ibadahnya sebagai seorang
istri. Kebahagiaan Zahrana di malam itu menghapus semua deritanya yang
dialaminya. Malam itu benar-benar malam kesaksian Zahrana atas Tasbih, Tahmid,
dan Takbir Cinta yang didendangkan Allah ‘Azza
wa Jalla kepadanya (TCZ:83-84).
Dari
uraian di atas dapat diketahui kegagalan perjodohan tokoh Zahrana, yaitu tidak
mau menerima orang tidak bermoral, tidak mau menjadi istri kedua, tidak mau
menerima orang tidak bisa baca Al-Quran, tidak mau menjadi korban lelaki yang
kawin-cerai. Kegagalan kawin dengan Rahmad memang sudah takdir Tuhan. Rahmad
meninggal sehari sebelum menikah dengan Zahrana.
Zahrana
akhirnya dapat menikah dengan situasi yang tidak diduga-duga selama ini.
Ternyata Hasan, mahasiswa bimbingan itu sangat mengaguminya. Dan ia juga dapat
bersilaturahmi dengan ibu Hasan dalam hal yang tidak terduga, yaitu ketika
sakit pingsan atas kematian Rahmad. Dan kedatangan pinangan Bu Zul pada Zahrana
suatu yang tidak diduganya. Inilah jodoh dikejar tak tertangkap, tak dikejar
datang sendiri. Semuanya Tuhan Yang Menciptakanlah yang mengaturnya.
C.
Interpretasi Persoalan Perjodohan Zahrana
Masalah perjodohan yang ditampilkan pengarang
dalam TCZ ini merupakan persoalan yang dapat dijumpai dalam kehidupan nyata.
Oleh karena itu, masalah ini tidak hanya lagi masalah individu tetapi sudah
merupakan masalah sosial yang perlu dicarikan solusinya. Dalam kehidupan bermasyarakat terlambat
menikah menjadi suatu yang tabu tetapi terlalu dini juga merupakan hal yang
sering ditentang. Masalah perjodohan
memang suatu yang susah-susah gampang pada zaman di mana pendidikan sudah
tinggi. Ada
yang mudah dan ada yang sulit seperti Zahrana. Beruntung orang-orang dahulu
mereka tidak terlalu memilih dan pilihannya hanya dipercayakan pada orang tua
dan mereka dijodohkan saja. Tapi hal itu bagi kalangan yang sudah mengecap
pendidikan tidak terterima, seperti
Hanafi yang dijodohkan orang tuanya dalam “Salah Asuhan”. Orang berpendidikan
cenderung mencari dan memilih jodoh sendiri.
Dalam
pertimbangan mencari jodoh itu ada gejala memilih yang sangat selektif di
antara individu berpendidikan. Seperti kisah Zahrana pada masa S1 pada usia
masih muda banyak yang suka dengan dia tapi ia menolaknya dengan pertimbangan
yang ideal seperti kaya, cerdas,
berprofesi menjanjikan. Akhirnya, dengan pertimbangan itu tidak seorang pun
yang masuk kriterianya dan ia gagal
kawin muda. Kemudian alasannya tentu ia harus fokus pada karir akademik.
Padahal tidak sedikit orang yang menikah masih kuliah dan karir akedemiknya
juga berhasil.
Dalam
cerita ini perjodohan dalam usia terlambat digambar lebih bermasalah dibanding
menikah di usia muda. Dengan kondisi umur tiga puluh empat tahun yang banyak
menawar Zahrana tidak lagi yang seumur. Zahrana banyak ditawar duda seperti
Karman dan Satpan, tukang bengkel, dan Rahmad. Dan kebanyak dari mereka adalah
orang-orang sudah bermasalah dalam berkeluarga. Jodoh harus dipilih dan kalau seandainya
Zahrana masih saja memilih maka ia tidak dapat jodoh.
Dalam
novel ini nampaknya pengarang memberikan solusi yang dalam masyarakat tidak
banyak ditemui, yaitu kawin dengan suami usia lebih muda. Hasan berjodoh dengan
Zahrana padahal Hasan adalah mahasiswanya. Pengarang di sini memberikan pencerahan untuk penyelesaian bahwa yang
penting seide dan sekeyakinan. Masalah umur berbeda lima tahun itu bukanlah suatu penghalang.
Dalam cerita ini, pengarang mengarahkan bahwa yang mengejar Zahrana adalah
Hasan, yaitu lelaki yang lebih muda. Semuanya
itu terjadi karena ia kembali kepada Allah swt. dan meminta dengan beribadah
kepada-Nya.
Persoalan
perjodohan Zahrana memberikan pelajaran kepada pembaca untuk memikirkan masalah
perjodohan dengan sebaik-baiknya. Tidak asal jodoh tetapi dengan keriteria yang
logis dan kalau dapat berjodohlah dimasa umur idealnya. Berjodoh dalam usia
yang terlambat membuat beban batin yang
berat pada diri sendiri, orang tua, teman-teman, dan malah kolega. Di samping
itu, resiko yang tak terduga makin berat seperti meninggalnya orang tua, masa
usia subur yang terbatas, dan kemauan pria pada gadis usia muda. Semuanya akan
menumpuk masalah pribadi.
Pandangan tokoh lain terhadap Zahrana
seperti disimpulkan di atas bahwa semua
tokoh pada umumnya mengagumi kepribadian Zahrana dengan karir akademiknya.
Hanya saja dasar kekaguman yang berbeda. Ada
yang humanis seperti Bu Merlin dan Bu Zul, ada yang hedonis dan emosional
seperti Pak Karman. Ada yang agamis seperti Bu Nyai dan Pak Kiai, serta ada yang
logis seperti ayah dan ibu Zahrana, serta Hasan. Tokoh dengan pandangan minder terhadap
istri berprofesi hanya dimiliki tokoh Rahmad. Ada pandangan yang egois seperti tokoh
Pak Didik.
Pandangan tokoh Pak Karman dalam novel
ini dipertanyakan. Apakah memang sejauh itu buruknya moral seorang pemimpin
fakultas dalam menghadapi seorang perawan tua yang menolak lamarannya. Keadaan
ini bisa dipandang sebagai suatu yang bisa diterima dan bisa juga suatu yang
tidak masuk akal. Tetapi dengan kenyataan sekarang, dengan banyak kejahatan
yang dilakukan oleh orang berdasi, cerita ini jadi realistis. Memang begitulah
kenyataan yang banyak diketahui dari mass media. Kejahatan banyak dilakukan
oleh para pejabat yang tidak berhati nurani. Dengan demikian, kekerasan pada
wanita akan banyak dilakukan oleh orang seperti tokoh Karman.
Selain Karman semua tokoh lain yang ada
dalam cerita pada umumnya ingin membantu Zahrana. Hanya saja sudut pandang
berbeda menghasilkan tindakan yang berbeda. Oleh karena itu, kondisi perawan
tua sudah seharusnya dihindari baik bagi wanita muda atau para orang tua yang
memiliki anak gadis. Orang tua hendaknya berperan dalam masalah jodoh anaknya
tidak hanya membiarkan walaupun anaknya itu sudah tinggi pendidikannya, minimal
mengingatkan mereka.
D. Penutup
Berdasarkan analisis dan interpretasi yang sudah dilakukan pada bagian
sebelumnya maka diajukan kesimpulan dan
saran sebagai berikut. 1) Persoalan tokoh wanita Zahrana adalah persoalan
perjodohan dalam usia yang sudah terlambat dalam kondisi karir akademik yang
gemilang. Persoalan ini menimbulkan kekecewaan Zahrana terutama pada
beberapa perjodohan di masa S1 yang
gagal karena salahnya sendiri. Zahrana
gagal menikah di usia muda karena menganggap enteng orang lain, mengutakan
karir, dan tanpa pertimbangan. Perjodohan pada usia terlambat memberikan
pengalaman hidup yang lebih berat pada Zahrana dengan terjadinya konflik dengan
atasannya, putus kerja, dan diteror. Di sisi lain ada orang menawarkan jodoh
padanya tetapi tidak sesuai dengan harapannya dan membuat orang tuanya
kecewa. Persoalan yang paling miris adalah mati calon
suami sehari sebelum pernikahan. Namun, demikian setiap orang ada jodohnya dan jangan putus asa pada kuasa Yang
Maha Pencipta. Zahrana menikah dengan bekas mahasiswanya yang sekeyakinan
dengan bahagia. 2) Pembinaan karir akademik sebaiknya sejalan dengan pembinaan
karir berumah tangga karena karir rumah tangga tidak kalah pentingnya dengan
karir akademik. Karir rumah tangga merupakan suatu yang kodrati seperti menjadi
ibu dan istri dalam menciptakan bangsa yang berkualitas. 3) Perhatian dan usaha yang nyata mesti
diberikan kepada orang terlambat menikah dengan mencarikan jodohnya. Terutama
kepada kedua orang tua dan keluarga sebab
walaupun terkadang anak-anak sukses dalam karir tetapi ia kesulitan dalam
perjodohan.
Disarankan,
analisis karya sastra terutama novel merupakan analisis terhadap kenyataan fiktif
yang dalam cerita yang telah dipadu dengan imajinasi. Namun demikian, di dalam
novel masih ada pesan-pesan yang konkrit yang bisa ditemui dalam realitas
kehidupan berdasarkan tuturan pengarangnya. Oleh karena itu, persoalan
perjodohan dalam novelet Takbir Cinta
Zahrana ini dapat menjadi perbandingan dalam membangun pemikiran pribadi
pembaca. Akan lebih baik jika hasil pembahasan ini juga dijadikan sebagai bahan
diskusi di sekolah oleh guru-guru sastra sehingga persoalan sastra adalah
persolan yang berguna dalam kehidupan nyata sebagai media didaktik.
Bio Data
Abdurahman. Lahir di Batipuh Baruh, 23 April 1965. Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia FBSS UNP Padang.
Langganan:
Postingan (Atom)