Sabtu, 27 Juli 2013

PERTOLONGAN


Indeks  Terjemahan Ayat Al-Quran yang memakai kata “Pertolongan”
  1. 1:5 Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

  2. 2:45 Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

  3. 2:153 Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

  4. 2:177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

  5. 2:214 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

  6. 3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

  7. 3:111 Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

  8. 3:160 Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

  9. 6:34 Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

  10. 7:128 Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".

  11. 7:192 Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.

  12. 8:9 (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".

  13. 8:26 Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

  14. 8:62 Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu'min,

  15. 8:72 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  16. 8:74 Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

  17. 9:48 Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan) mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

  18. 11:88 Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

  19. 11:113 Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

  20. 12:18 Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya`qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."

  21. 12:110 Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

  22. 16:53 Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.

  23. 16:127 Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

  24. 17:33 Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara dzalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

  25. 18:39 Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

  26. 18:44 Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.

  27. 21:39 Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan).

  28. 21:112 (Muhammad) berkata: "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan".  

  29. 23:65 Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.

  30. 28:15 Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

  31. 28:18 Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".

  32. 29:10 Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai adzab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?

  33. 30:5 karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

  34. 36:74 Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

  35. 37:172 (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

  36. 39:8 Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".

  37. 41:16 Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

  38. 44:41 yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,

  39. 46:17 Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu (keduanya) memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka".

  40. 48:3 dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

  41. 51:45 Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,

  42. 58:22 Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.  

  43. 59:12 Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tiada akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi; niscaya mereka tiada akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tiada akan mendapat pertolongan.

  44. 61:13 Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

  45. 110:1 Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.

Kamis, 28 Februari 2013

MENGAPA SAYA MELANJUTKAN PENDIDIKAN


PADA PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA?
 
Alhamdulillah pada tahun akademik 2006-2007  saya lulus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa program S-3 pada Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Pada hari Senin, tanggal 4 September 2006 perkulihan semester satu dimulai. Satu dari lima mata kuliah yang diikuti adalah Orientasi Baru dalam Pedagogik, yang diampu oleh Prof. Dr. W.P. Napitupulu. Dalam perkulihan itu saya diminta untuk menuliskan: mengapa saya mengambil program S3 bidang Pendidikan Bahasa?
Inilah jawaban saya waktu itu. 
Bagi saya  menjalani jenjang pendidikan baik secara formal (SD sampai Master) maupun informal dalam kehidupan  sama halnya dengan mendaki dan menikmati jenjang-jenjang kualitas kehidupan. Dari  jenjang dasar ke jenjang berikutnya saya merasakan sumbangan pendidikan itu pada diri saya, keluarga, dan kini untuk peserta didik yang saya asuh. Dengan pendidikan yang lebih baik partisipasi dan sumbangan hidup kita untuk membangun bangsa dan negara lebih berarti dari yang sebelumnya.
Di sisi lain, saya juga merasakan  betapa para guru dan pembina pendidikan itu sangat berjasa  membuang selubung kebodohan saya. Mereka bagai cahaya yang menerangi yang mengusir gelapnya wawasan dalam hidup ini. Saya menyadari dengan pendidikan, cakrawala berpikir makin luas dan mendalam, potensi diri dilejitkan, visi dan misi hidup menjadi terarah, dan terlebih lagi saya menyadari bahwa makin diikuti pendidikan  terasa apa yang dikuasai dan dipahami sekarang belum apa-apanya dihamparan samudra ilmu pengetahuan yang luas.  Dengan pendidikan, saya menjadi arif bahwa “di atas langit masih ada langit” atau di atas tingkatan masih ada tingkatan   dan saya ingin yang di bawah naik ketingkat yang tinggi dan yang tinggi mengayomi dan membimbing pencerahan pendidikan tersebut. Lebih dari itu,  buah dari pendidikan telah mencerahkan jati diri saya secara individual, sosial, dan transedental dengan muara kekaguman saya betapa agungnya pencipta semua ini dan betapa mulianya orang menenuntun kearah itu (pendidik). Sehubungan dengan itu, saya setuju dengan Kattsoff (2004) yang mengatakan, “ kebebasan akali hanya terjadi melalui pendidikan”.
Dengan kenyataan di atas, saya sebagai pendidik menyadari dengan sepenuh kesadaran dan pengalaman  akan  penting dan perlunya peningkatan kualitas pendidikan bagi diri saya, seseorang, keluarga, atau bangsa-bangsa. Hanya dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kebodohan, kemiskinan, dan krisis multi dimensi yang melanda kehidupan  dapat diatasi. Dengan pendidikan martabat dan keadaban bisa dibina, ilmu dan teknologi dapat dikembangkan dengan pesat sehingga dengan semua itu kita dapat mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Dan dengan pendidikan itu juga kehidupan yang damai bisa diciptakan dan keinginan destruktif manusia dengan segala dorongan peneyebabnya dapat dicegah.  Sebaliknya jika tidak begitu, kita tentu seperti mengikuti permainan hidup dengan mata tertutup sedangkan yang diarahkan juga matanya tertutup dan ironisnya  semua pemain sama mengatakan dirinyalah yang benar. Pendidikan menurut saya akan membuka selubung kebodohan dan kepicikan  dengan pemberdayaan individu untuk menata hidup bersama dan untuk perdamaian dunia (world peace).
Sejalan dengan itu, pentingnya pendidikan dan ilmu bagi saya selaras dengan semboyan-semboyan  pendidikan yang sudah sejak dulu diciptakan untuk memotivasi mempelajari ilmu. Ungkapan “pendidikan seumur hidup” (long life education) dari Barat, dan “tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahad” dari ajaran agama, serta “alam terkembang jadi guru” dari ajaran adat, merupakan  ungkapan penyadaran bagi saya betapa pentingnya pendidikan dan penambahan ilmu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Tambahan lagi ahli hikmah pun berkata, “ jika engkau ingin sukses di dunia tuntutlah ilmu,  jika engkau hendak suskses  di akhirat tuntutlah ilmu, dan jika ingin sukses kedua-duanya tentulah dengan ilmu”. Tuhan memuliakan manusia dari makhluk lain dan diantara sesamanya dengan ilmu. Malaikat disuruh memberi penghormatan kepada Adam karena Adam sudah diajari (dididik) dengan ilmu oleh Tuhan. Selanjutnya, keredahan martabat manusia dari makhluk-Nya yang lain dan sesama manusia karena mengabaikan ilmu. Dan saya yakin dengan janji Tuhan bahwa Dia akan meninggikan derajat orang-orang berilmu beberapa derajat. Dengan semboyan dan prinsip  itu, saya tidak ingin menjadi orang yang hanya ikut-ikutan  mengatakannya tanpa mempraktikkannya.
Jika kita menengok perkembangan yang terjadi dan kemajuan yang dicapai negara-negara di sekeliling kita, kita sungguh malu dengan kenyataan pendidikan di negara tercinta ini. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain untuk dapat mengejar mereka selain membangun sektor pendidikan dengan kesungguhan perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan. Dalam hal ini, konsolidasi kemampuan semua pihak sangat diperlukan dan sudah saatnya pendidikan didorong dan dilakukan secara bersama dan holistik. Dalam hal ini, saya sangat beruntung karena orang-orang yang mencintai dan yang saya cintai, ibu dan ayah, istri dan adik-adik selalu mendorong saya. Begitu juga dengan pimpinan dan teman-teman sejawat di Universitas Negeri Padang. Dan teristimewa dorongan dosen Pascasarjana dan sahabat-sahabat  ketika sama S2  di Universitas Negeri Jakarta. Dengan pemikiran dan dorongan itu saya bertekad melanjutkan studi saya ke program S3 yang merupakan tahapan pendidikan formal yang belum saya ikuti.  
Pilihan saya kuliah pada Program Pendidikan Bahasa merupakan pilihan yang didasarkan pada bidang studi yang saya tekuni sejak tingkat sarjana. Saya adalah tamatan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Padang tahun 1989. Kemudian melanjutkan ke S2 IKIP Jakarta tahun 1992 dan tamat tahun 1995. Dengan pilihan pendidikan bahasa, secara akademis saya konsisten mempelajari  bidang pendidikan bahasa. Dengan demikian saya tentu tidak merambah hutan baru dalam pendidikan saya dan saya harap ini persemaian yang sudah siap menumbuhkan benih ilmu pengetahuan bahasa. Pada saat ini, spesialisasi ilmu dan profesionalisme merupakan tuntutan yang mendasar untuk terjadinya perbaikan dan disadari tidak mungkin semua ilmu bisa dikuasai dan apalagi berpindah-pindah dari satu bidang kebidang lainnya tentu akan memberatkan diri sendiri.
Saya masuk jurusan bahasa bukan karena saya sudah berbakat dalam bidang bahasa.  Malah sebaliknya, saya mempunyai harapan  menjadi seorang yang mampu melakukan kebaikan dengan menggunakan bahasa yang baik. Sejak kecil saya sudah kagum pada kemampuan berbahasa penjual obat keliling yang berpidato di pasar. Saya ingin menggunakan bahasa seperti orator  dengan kutbah-kutbah yang menetramkan jiwa yang gersang atau membakar semangat yang tertatih-tatih dalam deraan kehidupan. Saya salut dengan penulis yang telah menulis berbagai naskah yang menyebabkan ilmu menjadi dapat dipelajari dan tidak hilang ditelan masa. Dan tidak jarang saya lihat pertengkaran dua pihak yang saling menghujat, bertengkar, dan malah berperang akhirnya selesai dimeja perundingan yang ternyata menggunakan kepiawaian orang menggunakan bahasa. Bahasa adalah kekuatan (power) dan  sekaligus wadah dari Tuhan yang memberikan kesempatan bagi kita untuk saling menentukan siapa yang terbaik kemanusiaannya di dunia ini.
Bahasalah yang menunjukkan suatu bangsa, bahasa yang teratur menunjukkan bangsa yang teratur bahasa yang berbelit menunjukan pikiran yang berbelit-belit. Bagaimana dengan bahasa Indonesia (BI), yang telah  berumur 78 tahun, akankah bahasa ini akan menunjukan bangsa kita dalam kejayaannya atau akan menunjukan kesemrautan bangsa. Bahasa Indonesia kita harapkan menjadi kunci gudang ilmu di samping bahasa dunia lainya. Oleh karena itu, pembenahan, pengembangan dan pembinaan BI adalah suatu yang harus dilakukan dari waktu ke waktu. Saya adalah salah seorang yang sudah harus bertanggung jawab terhadap  tugas tersebut dan tidak mungkin tugas itu terlaksana dengan baik tanpa peningkatan pendidikan.
Di samping itu, penyadaran peran bangsa untuk menggunakan bahasa sebaik-baiknya mesti ditingkatkan dalam bentuk aktualisasi keterampilan berbahasa dan aktulisasi pendayaan penggunaan bahasa dalam segala aspek kehidupan untuk menciptakan bangsa yang aktif, produktif, kreatif, dan inovatif. Kenyataan hari ini memang masih jauh dari yang diharapkan. Agaknya benar yang dikatakan orang “bencana besar yang melanda dunia hari ini adalah "orang tidak mau membaca setelah diajari membaca, orang tidak mau menulis setelah tahu cara menulis” dan seterusnya. Untuk membangun semua itu,  saya mendalami pendidikan di Program S3  Pendidikan Bahasa.











Pesan Ane Ahira

----------------------------------
Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

"Senyum yang hangat adalah bahasa
universal sebuah kebaikan" - William
Arthur Ward
Dear Abdurahman yang murah senyum,
Tersenyumlah, setiap kali Anda
membuka mata di pagi hari.
Tersenyumlah untuk hari baru, harapan
baru dan berkah baru.
Meskipun Anda sedang punya masalah,
Anda selalu punya sejuta alasan untuk
tersenyum. Karena jika Anda hitung,
berkah Tuhan pasti lebih banyak
daripada masalah yang datang kepada
Anda.
Abdurahman tersenyumlah, karena kemana pun
Anda pergi, atau apapun bahasa yang
diucapkan orang, setiap orang di
semua budaya dan negara ini mengerti
dan merespon untuk sebuah bahasa
universal:  senyum... :-)
Senyum menciptakan koneksi dengan
orang yang asing sekali pun, yang
tidak berbicara dalam bahasa kita.
Senyum juga menular. Begitu Anda
tersenyum pada orang lain, ia akan
tersenyum balik kepada Anda.
Abdurahman tersenyumlah, karena senyum Anda
akan merangsang munculnya
hormon-hormon seratonin, dopamine dan
hormon-hormon lainnya yang memberikan
rasa senang dan bahagia kepada Anda.
Senyum Anda juga dapat memperkebal
sistem imun tubuh, mengurangi stress,
menurunkan tekanan darah dan
meningkatkan citra positif Anda.
Abdurahman tersenyumlah, senyum manis Anda
yang akan dikenang orang lain dan
menghibur orang-orang yang Anda
kasihi.
Abdurahman tersenyumlah, karena senyum itu
pun mudah dan gratis :-)


PT. Asian Brain IMC
Jl. Bojong Sereh No.668 Banjaran, Bandung 40376 - INDONESIA
Phone: (022) 5944-999, (022) 5945-999, (022) 5946-999
Fax: (022) 5947-999

Senin, 10 Desember 2012

Terjemahan Surah An-Nahal 125-128


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan 
bantahlah mereka dengan cara yang baik.
 
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya 
dan 
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk 
 (125).
 
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan
 siksaan yang ditimpakan kepadamu.
 Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik 
bagi orang-orang yang sabar 
(126).
 
Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah 
dan 
janganlah kamu bersedih hati 
terhadap (kekafiran) mereka 
dan 
janganlah kamu bersempit dada terhadap 
apa yang mereka tipu dayakan 
(127). 
 
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa 
dan 
orang-orang yang berbuat kebaikan(128).

Minggu, 18 November 2012

Terjemahan al-Quran Surah Al-An’aam Ayat 160-165



Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)(160). 
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik"(161).
Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam(162)
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)"(163). 
 
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. 
Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan"(164). 
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.   (165)