Rabu, 13 Agustus 2025

Tips Kuliah Merantau

 Kuliah jauh dari orang tua (merantau) bisa menjadi tantangan, tapi juga membuka banyak kesempatan. Untuk menghadapinya, penting untuk mempersiapkan diri secara mental dan fisik, serta membangun kebiasaan positifJaga kesehatan, kelola keuangan dengan baik, dan jalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar. 

Tips Menghadapi Kuliah Jauh dari Orang Tua:
1. Persiapan Mental dan Emosional:
  • Terima kenyataan:
    Sadari bahwa kuliah jauh akan mengubah rutinitas dan membutuhkan adaptasi. 
  • Bangun kemandirian:
    Belajar mengurus diri sendiri, mulai dari hal kecil seperti merapikan kamar, mencuci pakaian, hingga mengatur keuangan. 
  • Atasi homesick:
    Cari kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian, seperti bergabung dengan komunitas, mengikuti kegiatan kampus, atau melakukan hobi. 
  • Kelola emosi:
    Belajar mengelola stres dan kesedihan dengan baik. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. 
  • Komunikasi:
    Jalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan keluarga. Sampaikan perkembanganmu secara rutin dan ceritakan pengalamanmu. 
2. Persiapan Fisik dan Keuangan:
  • Jaga kesehatan:
    Biasakan pola makan teratur, tidur yang cukup, dan olahraga. 
  • Atur keuangan:
    Buat anggaran bulanan dan sisihkan sebagian untuk ditabung. Cari informasi tentang tempat makan murah dan hemat. 
  • Cari informasi:
    Pelajari lokasi kampus, transportasi, tempat makan, dan fasilitas umum lainnya di sekitar. 
  • Siapkan dokumen penting:
    Bawa semua dokumen yang diperlukan, seperti kartu identitas, surat-surat penting, dan salinan transkrip nilai. 
3. Membangun Lingkungan Positif:
  • Bergabung dengan komunitas:
    Ikuti organisasi mahasiswa atau kegiatan kampus lainnya untuk memperluas pertemanan dan jaringan.
  • Cari teman yang positif:
    Jalin pertemanan dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan yang sama.
  • Hormati orang sekitar:
    Jaga hubungan baik dengan tetangga kos, pemilik kos, dan masyarakat sekitar.
  • Manfaatkan waktu luang:
    Ikuti kegiatan yang bermanfaat, seperti kursus, workshop, atau magang. 
4. Tips Tambahan:
  • Jangan ragu meminta bantuan:
    Jika mengalami kesulitan, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada teman, dosen, atau pihak kampus. 
  • Cari kegiatan yang menyenangkan:
    Lakukan hal-hal yang disukai untuk menghilangkan stres dan rasa jenuh. 
  • Jaga komunikasi dengan orang tua:
    Beri kabar secara rutin dan jangan sungkan untuk bercerita tentang pengalamanmu. 
  • Buat jadwal kegiatan:
    Atur waktu belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya agar lebih terstruktur. 
Dengan persiapan yang matang dan sikap yang positif, kuliah jauh dari orang tua bisa menjadi pengalaman yang berharga dan membuka peluang untuk meraih kesuksesan. 

Selasa, 15 Juni 2021

Pesan untuk Muslimah

 

Wanita Sholehah = Bidadari Surga Terindah 

Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata,

“Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”

Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23).Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?” Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

 Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.

Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga pakaian, kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.

Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga diri di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah. Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya.

Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada keluarga dan orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.

Duhai saudariku/anak cucuku muslimah, bersegeralah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu dalam beragama, agar Allah ridha kepadamu.

Oleh Belajar Adab Adab Sunnah Rasulullah saw pada 27 Oktober 2010 jam 13:23 Silahkan dibagi



Kamis, 20 Mei 2021

Link berita Akhir Zaman

 https://kalam.sindonews.com/read/373674/70/proyek-besar-dajjal-1-begini-cara-dajjal-menguasai-tatanan-dunia-1616486612


Minggu, 18 April 2021

 Anak kemenakan dan cucuku serta Ananda yang mengikuti kuliah sastra Minangkabau dan pembaca yang senang dengan budaya dan adat Minangkabau silakan membaca tulisan Buya Mas'ud Abidin pada link berikut

https://blogminangkabau.wordpress.com/about/ 

Terima kasih